Liputan6.com, Jakarta Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker yang seringkali sulit dikenali pada tahap awal. Hal ini karena gejalanya tidak spesifik dan kerap menyerupai penyakit ringan lainnya. Menurut laman Blood Cancer UK, kanker darah dapat terjadi ketika sel-sel darah dalam tubuh menjadi abnormal dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini bisa mengganggu sistem kekebalan, produksi energi, hingga kemampuan tubuh melawan infeksi.
Data dari RGCI (Rajiv Gandhi Cancer Institute & Research Centre) menunjukkan bahwa saat ini sekitar 1 juta orang di Amerika hidup dengan kanker darah kronis, dan jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 2,3 juta pada tahun 2030. Fakta ini menegaskan bahwa kesadaran mengenai tanda-tanda kanker darah sangat penting agar deteksi dini bisa dilakukan.
Meski memiliki berbagai jenis, seperti leukemia, limfoma, dan mieloma, ada beberapa gejala umum yang dapat menjadi sinyal peringatan awal. Mengenali tanda-tanda ini memungkinkan seseorang segera memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut 7 tanda terkena kanker darah yang dirangkum Liputan6.com, Jumat (29/8/2025).
1. Penurunan Berat Badan yang Tidak Diketahui Penyebabnya
Menurut Blood Cancer UK, penurunan berat badan tanpa alasan jelas bisa menjadi salah satu gejala utama kanker darah. Perubahan metabolisme tubuh akibat pertumbuhan sel kanker dapat membuat otot dan lemak menyusut lebih cepat. Jika penurunan berat badan terjadi drastis tanpa perubahan pola makan atau aktivitas, kondisi ini patut dicurigai.
2. Kelelahan yang Berkepanjangan
Kelelahan atau fatigue merupakan gejala paling umum dari kanker darah. Laman rgcirc.org menjelaskan bahwa sel kanker dapat mengganggu produksi energi tubuh dan memicu anemia karena sel darah merah berkurang. Akibatnya, tubuh terasa lemah meski sudah cukup istirahat. Kelelahan yang tidak kunjung hilang setelah tidur atau beristirahat perlu diperhatikan lebih serius.
3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Kanker darah dapat memicu pembesaran kelenjar getah bening, terutama di area leher, ketiak, atau selangkangan. Menurut Blood Cancer UK, hal ini terjadi karena penumpukan sel darah abnormal di kelenjar limfa. Biasanya pembengkakan ini tidak menimbulkan rasa sakit, namun bisa disertai rasa tidak nyaman jika ukurannya semakin membesar.
4. Demam yang Tidak Jelas Penyebabnya
Demam seringkali dianggap hal biasa, tetapi jika terjadi berulang atau menetap tanpa adanya infeksi yang jelas, hal ini dapat menandakan kanker darah. Laman rgcirc.org menyebutkan bahwa peningkatan suhu tubuh terjadi akibat sistem imun bekerja ekstra melawan sel kanker. Demam yang terus muncul tanpa sebab jelas sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
5. Keringat Malam yang Berlebihan
Night sweats atau keringat berlebih di malam hari bisa menjadi tanda kanker darah, terutama limfoma. Kondisi ini berbeda dengan keringat akibat suhu panas atau aktivitas fisik. Menurut Blood Cancer UK, keringat malam pada penderita kanker darah biasanya sangat deras hingga membasahi pakaian dan seprai, bahkan tanpa adanya aktivitas sebelumnya.
6. Sesak Napas
Kanker darah dapat memicu sesak napas akibat rendahnya kadar hemoglobin atau karena adanya penumpukan cairan di paru-paru. Menurut informasi dari rgcirc.org, sesak bisa terjadi bahkan saat penderita beristirahat. Hal ini berkaitan dengan anemia maupun tekanan dari pembesaran organ akibat sel kanker.
7. Mudah Memar dan Berdarah
Gejala lain yang patut diwaspadai adalah mudah memar atau perdarahan tanpa sebab jelas. Kondisi ini biasanya disebabkan penurunan jumlah trombosit, sel darah yang berfungsi membantu proses pembekuan. Menurut Blood Cancer UK, penderita kanker darah bisa mengalami mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan berkepanjangan meski hanya luka kecil.
Apa yang Perlu Dilakukan Jika Mengalami Gejala Kanker Darah?
Jika mengalami satu atau lebih tanda di atas, langkah pertama adalah segera berkonsultasi dengan dokter. Menurut pedoman NHS dan Blood Cancer UK, beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan antara lain:
- Tes darah lengkap untuk memeriksa jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
- Biopsi sumsum tulang untuk mendeteksi keberadaan sel abnormal.
- Pemeriksaan pencitraan seperti CT scan atau MRI untuk melihat penyebaran kanker.
Jurnal ilmiah dalam The Lancet Haematology juga menekankan bahwa deteksi dini kanker darah sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan pengobatan. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin tinggi peluang pasien untuk merespons terapi dengan baik.
Selain itu, penting untuk tidak menunda pemeriksaan medis meski gejala tampak ringan. Sebagian besar orang yang mengalami gejala seperti demam, memar, atau kelelahan mungkin tidak menderita kanker darah. Namun, pemeriksaan lebih lanjut bisa membantu menemukan penyebab lain yang juga memerlukan perhatian medis.
FAQ Seputar Kanker Darah
1. Apakah semua gejala kanker darah langsung terlihat jelas?
Tidak. Sebagian besar gejala kanker darah bersifat samar dan sering disalahartikan sebagai penyakit ringan seperti flu atau kelelahan biasa.
2. Apakah kanker darah bisa disembuhkan?
Kemungkinan sembuh bergantung pada jenis kanker darah, stadium saat diagnosis, serta respons pasien terhadap pengobatan. Terapi modern seperti transplantasi sumsum tulang dan imunoterapi meningkatkan peluang kesembuhan.
3. Apa perbedaan leukemia, limfoma, dan mieloma?
Leukemia menyerang sel darah putih, limfoma menyerang sistem limfatik, sedangkan mieloma memengaruhi sel plasma di sumsum tulang.
4. Faktor apa yang meningkatkan risiko kanker darah?
Faktor risiko meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, paparan radiasi, bahan kimia berbahaya seperti benzena, serta gangguan genetik tertentu.
5. Kapan sebaiknya saya periksa ke dokter?
Jika mengalami gejala seperti penurunan berat badan tanpa sebab, pembengkakan kelenjar, atau mudah memar, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Sumber Rujukan
- Rajiv Gandhi Cancer Institute & Research Centre. Common Blood Cancer Signs You Should Know About. rgcirc.org.
- Blood Cancer UK. Blood cancer symptoms and signs. bloodcancer.org.uk.
- The Lancet Haematology (2021). Early diagnosis and management of haematological malignancies.